Balai Perhutanan Sosial Yogyakarta Menyelenggarakan Kegiatan Pelatihan Aplikasi SMART SF untuk Perlindungan Hutan dan Monitoring Pengelolaan Perhutanan Sosial di Kab. Madiun.

Dalam rangka mendukung akselerasi rencana aksi Integrated Area Development (IAD) berbasis Perhutanan Sosial di Kabupaten Madiun, Balai Perhutanan Sosial Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan pelatihan aplikasi SMART SF untuk perlindungan hutan dan monitoring pengelolaan perhutanan sosial di Kab. Madiun.Aplikasi SMART-SF (Social Forestry) sendiri hadir sebagai instrumen inovatif untuk mendukung  pengelolaan perhutanan sosial berbasis teknologi.

Aplikasi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, transparansi, serta akuntabilitas dalam perencanaan, pelaporan, dan monitoring kegiatan perhutanan sosial.Pelatihan Penggunaan Aplikasi SMART Social Forestry ini dilaksanakan tanggal 23-24 September 2025Peserta pelatihan ini adalah penyuluh kehutanan sekaligus pendamping kelompok dari CDK Wilayah Madiun, dan perwakilan sebanyak 17 orang anggota dari 17 KPS di Kab. Madiun.

Kegiatan ini diawali dengan arahan sekaligus membuka kegiatan pelatihan dari Kepala Seksi Wilayah II Surabaya Bapak Aswan, S.Hut, M.Si dan Kepala CDK Wilayah Madiun Bp. Dwijo Saputro, S.Hut., M.P. Dilanjutkan dengan penyampaian materi pelatihan dan praktek kelas yang disampaikan oleh yaitu Bp. Kuntari, S.ST. M.Agr., sebagai Trainer dari CDK Wilayah Madiun, M. Bintang Adna Faisal, S.Sos., dan Risanti Naintiwan, S.Si., sebagai Trainer dari Balai Perhutanan Sosial Yogyakarta.

Pada hari kedua kegiatan dilanjutkan dengan praktek lapangan di 3 (tiga) klaster wilayah, yaitu di Klaster Kecamatan Dagangan, Kecamatan Saradan, dan Kecamatan Wonoasri. Peserta pelatihan didampingi trainer melakukan kegiatan patroli keliling dengan aplikasi SMART SF – Mobile dan identifikasi potensi di area kelola Perhutanan Sosial di 3 klaster tersebut.

Setelah kegiatan ini peserta pelatihan diharapkan dapat mengoperasikan aplikasi SMART – SF ini untuk meninginput data hasil patrol monitoring serta meningkatkan kemampuan peserta dalam memanfaatkan aplikasi untuk perencanaan dan pelaporan kegiatan monitoring di masing-masing area kelola Kelompok Perhutanan Sosial.

Tinggalkan komentar